Memahami Masalah Turnover Karyawan dan Apa Pengaruhnya dengan Bisnis Autopilot

 

Keluar masuknya karyawan di sebuah perusahaan tidak bisa dihindari karena itu adalah hal yang wajar. Namun, jika turnover karyawan terlalu sering terjadi dan mengalami peningkatan, tentunya hal ini akan merugikan. Terjadi keluar masuk pegawai. Hal ini bisa terjadi karena pegawai yang tidak disiplin, tidak memenuhi target kinerja penilaian, atau pegawai tersebut mengundurkan diri atau ia menghilangkan diri alias kabur begitu saja.

 

Menghitung Tingkat Turnover

Tingkat turnover karyawan bisa dihitung dengan cara membagi jumlah karyawan yang keluar dengan jumlah karyawan yang ada pada periode awal. Angka itu dinyatakan dalam bentuk prosentase, baik untuk perhitungan relawan turnover, non-relawan turnover dan juga total keseluruhan turnover.

Misalnya, perusahaan A memiliki 100 karyawan pada awal tahun dan selama satu tahun ke depan ada enam karyawan yang keluar sementara sembilan orang lainnya terkena PHK.

Dari data tersebut dapat dihitung bahwa tingkat relawan turnover per tahun adalah 6/100 atau 6%, sementara non-relawan turnover ada sebanyak 9/100 atau 9%. Kemudian total dari keseluruhan turnover adalah 15/100 atau 15% yang didapatkan dari total non-relawan dan relawan turnover. (sumber: www.karyaone.co.id ) Masalah turnover karyawan tidak bisa dianggap remeh karena hal itu akan memakan banyak waktu, tenaga dan biaya lagi untuk merekrut dan melatih karyawan baru.

 

Turnover Bisa Memicu Krisis

Sementara itu, bisnis yang bisa berjalan autopilot menjadi ‘daftar pencapaian’ tersendiri bagi setiap pengusaha. Tanpa pengawasan, harapannya bisnis yang dijalankan bisa lebih efektif tanpa pengawasan.

Sistem bisnis autopilot atau dalam istilah sederhananya bisa jalan sendiri tanpa selalu bergantung pada pemimpinnya, menjadi sebuah tren yang berkembang di berbagai bidang usaha. Tapi, ternyata bisnis autopilot tidak selalu bisa diterapkan di segala situasi. Kali ini kita menyoroti saat sebuah bisnis mengalami keadaan krisis.

Meskipun mewujudkan bisnis autopilot, tetap ada satu hal yang diperhatikan. kapan memberikan pengawasan, kapan meluangkan waktu memberi bekal kepada tim agar mereka bisa berjalan mandiri. Penuhi kebutuhan tim, bentuk pola dan kebiasaan baru, berilah mereka penghargaan.

Libatkan ke dalam kegiatan penting perusahaan dan sediakan fasilitas lainnya yang mendukung kondisi perusahaan. Ingin belajar lebih banyak untuk membuat bisnis autopilot? Ikuti Seminar Bisnis “Autopilot Your Business” di Novotel Solo tanggal 29 Agustus 2018. Info lebih lanjut: 08112652244.