Saatnya Anda Bisa Kenali Pikiran Konsumen dengan 4 Cara Ini

Ketika akan membeli suatu produk, tentunya Anda akan berpikir terlebih dahulu. Pemikiran sebelum menentukan barang yang akan dibeli ini merupakan bentuk perilaku konsumen. Sebagai kegiatan yang berkaitan erat dengan proses pembelian suatu barang atau jasa, perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen itu sendiri untuk membuat keputusan dalam membeli sesuatu. Lalu bagaimana mengenali pikiran konsumen? Berikut penjelasannya.

1.Sentuh Pikiran Bawah Sadarnya

Alam bawah sadar merupakan energi besar yang ada pada diri kita. Energi ini tidak mudah untuk dikeluarkan secara cepat di sembarang situasi, karena umumnya energi ini dapat dikeluarkan dalam keadaan sedang terdesak, terpaksa, ketakutan, atau respon mendadak.

2.Dengarkan Mereka dan Beri Sentuhan Emosional

Sebisa mungkin jangan menyela kalau calon konsumen Anda sedang mengutarakan pendapatnya. Intonasi juga sebaiknya enak didengar dan jangan terdengar memaksa calon konsumen Anda. Supaya sugesti lebih cepat masuk, beri

sentuhan emosional dengan mengulangi kata beberapa kali.

3.Beri Informasi yang Meyakinkan

Pada dasarnya, setiap konsumen mempunyai perasaan ragu dalam membeli suatu produk. Menyakinkan konsumen bisa Anda lakukan dengan, memberikan informasi yang bermanfaat dan juga melakukan beberapa demo dari produk yang Anda tawarkan. Dengan tujuan, memotivasi konsumen untuk membeli produk yang Anda tawarkan.

4.Lihat Gerakan Matanya

Mata yang sering disebut sebagai ‘jendela jiwa’ ada benarnya, karena selain berfungsi sebagai organ pengeihatan, mata juga dapat mengirim berbagai pesan-pesan. Tahukah Anda bahwa sebagian besar dari komunikasi manusia adalah menggunakan non-verbal melalui mata dan bahasa tubuh. Saat mereka tampak menutup mata atau mengangkat alis, artinya mereka menunjukkan sinyal kurang baik.

Ketika lawan bicara menutup mata dan salah satu alis terangkat sedikit, sebenarnya ia ingin menghentikan pembicaraan karena tidak tertarik. Satu alis diangkat juga menandakan jika lawan bicara kurang percaya akan apa yang Anda ungkapkan.

Bagaimana saat calon konsumen melihat ke atas atau bawah? Melihat ke atas pada umumnya dilakukan ketika lawan bicara merasa bosan atau ingin mencoba menghentikan pembicaraan.

 

Sementara itu, ketika mereka melihat ke bawah, itu memiliki banyak makna, bisa jadi lawan bicara merasa takut atau tunduk pada Anda.