Kerja Keras atau Kerja Cerdas

Masih banyak orang yang terjebak dalam kesibukannya. Meskipun bekerja keras, tapi mereka belum bisa berhenti menyentuh pekerjaan dan memikirkan tugas-tugas yang harus diselesaikan, di hari libur sekalipun. Bahkan kalau sudah seperti itu, bisa dibilang kalau orang itu selalu bekerja setiap saat. Semua waktu yang dimiliki habis buat bekerja sedemikian kerasnya sampai tidak memiliki waktu dan energi untuk melakukan kegiatan lainnya

Dalam kehidupan sehari-hari kita memang butuh yang namanya kerja keras sampai batas maksimal. Melalui kerja keras yang menggunakan seluruh kemampuan, kita bisa memperoleh seuatu yang kita inginkan. Tetapi sayang, kalau terlalu keras Anda hanya akan menyakiti diri sendiri.  Sebab, tiap manusia punya batasannya masing-masing dan bukanlah mesin yang bisa bekerja tanpa henti. Ini mengapa sebaiknya kita perlu bekerja keras di waktu tertentu saja, selebihnya bekerjalah secara cerdas.

Kerja Cerdas sebagai Daya Ungkit

Contoh situasi kerja cerdas yang sederhana adalah pada pelajaran kita di sekolah tentang pesawat sederhana yang menggunakan daya ungkit, misalnya dongkrak mobil. Kita tidak mungkin kuat untuk mengangkat dan menahan mobil dengan tenaga tangan kita sendiri, tetapi dengan bantuan dongkrak, kita menjadi mampu mengangkat dan menahan mobil kita tanpa energi yang lebih besar.

Pertanyaanya ialah: apa ‘dongkrak’ yang bisa digunakan untuk bisnis atau karir kita? Anda perlu usaha untuk menemukan daya ungkit dalam bisnis dan karir Anda.

Tidak Selalu Harus Mulai dari Nol

Carilah ide untuk meningkatkan kinerja atau hasil dari apa yang Anda biasa atau sudah dilakukan. Di lain waktu bisa juga belajar kepada orang lain, apa yang sudah terbukti berhasil yang pernah dilakukan oleh orang lain. Ikuti cara tersebut, Anda tidak akan membuang waktu belajar dari nol lagi.

Bukan Soal Lamanya Waktu

Bekerja cerdas bukanlah soal memberi alokasi waktu lebih banyak untuk melakukan suatu pekerjaan, tapi menyeimbangkan seluruh lini kehidupan agar nantinya membawa dampak positif pada produktivitas. Ketika seseorang bekerja cerdas, ia masih memiliki energi dan waktu untuk hal lain, dengan asumsi mendapatkan hasil yang sama.

Bekerja cerdas itu penting, walau tidak sepenuhnya menghilangkan bekerja keras. Justru masih harus memulainya dengan kerja keras dulu, agar kita tahu seberapa efektif yang sedang kita lakukan.

Tapi, jangan sampai kita berhenti bekerja keras karena menganggap bahwa kita sudah bekerja dengan cerdas. Bekerja cerdas selalu berdampingan dengan bekerja keras dan juga sebaliknya.

Pencarian Terbaru: