Tahukah Anda, Inilah yang Dipikirkan Konsumen dalam 10 Detik Pertama sebelum Membeli

 

Dalam banyak situasi, kesan pertama begitu menentukan. Begitu juga dalam dunia bisnis, kesan pertama yang diciptakan oleh penjual sangat menentukan adanya transaksi. Kesan pertama yang positif menjadi salah satu tugas utama pebisnis untuk mendatangkan banyak pelanggan. Jadi apa yang dipikirkan konsumen dalam 10 detik pertama sebelum membeli?

 

Apakah Ini Bermanfaat untuk Saya?

“People don’t care about your business. They care about their problems. Be the solution they’re looking for.” Pada kenyataannya, manusia pada umumnya selalu mencari sesuatu yang bermanfaat. Jadi penting bagi Anda untuk fokus pada apa yang mereka inginkan.

 

Apakah Tidak Ada yang Lebih Menarik?

Menarik atau tidaknya, tampilan promosi Anda bisa ikut menyampaikan pesan daripada produk itu sendiri. Saat Anda pergi ke pusat perbelanjaan, perhatikan kemasan produk yang dijual di sana. Mulai dari kemasan makanan, minuman, kosmetik, barang elektronik, dan sebagainya.

Hampir semua mementingkan unsur estetika kemasan. Membuat suatu label yang menarik memerlukan seni tersendiri. Label produk menimbulkan persepsi bagi konsumen. Dengan meningkatkan kualitas gambar produk yang ditawarkan, penjualan Anda pun akan meningkat. Saat memberikan label kepada sebuah produk, seolah-olah kita memberikan sugesti kepada pembeli agar pembeli percaya terhadap label pada produk tersebut.

 

Apakah yang Mereka Beli Melindungi Reputasinya?

Poin ini sepertinya agak abstrak, tapi akan coba kami jelaskan. Begini, bukankah Anda pernah mendengar? You are what you eat, you are what you wear, you are what you listen, dan sebagainya. Apakah Anda sering menemui seseorang yang membeli sesuatu bukan karena kegunaan suatu produk, tetapi lebih karena faktor kesenangan? Hal itu menunjukkan bahwa walaupun manusia dibekali dengan logika tetapi sebagian besar keputusan yang dipilihnya berdasarkan pertimbangan subjektif dan emosional.

 

Bagaimana Value yang Anda Tawarkan

Value ini tidak terpisahkan dengan kesan emosional. Maka dengarkan Mereka dan Beri Sentuhan Emosional. Sebisa mungkin jangan menyela kalau calon konsumen Anda sedang mengutarakan pendapatnya. Intonasi juga sebaiknya enak didengar dan jangan terdengar memaksa calon konsumen Anda. Supaya sugesti lebih cepat masuk, beri sentuhan emosional dengan mengulangi kata beberapa kali.