Sudah Iklan di Mana-mana, Mengapa Konsumen Tidak Banyak yang Membeli?

Diposting pada

Mengapa Konsumen Tidak Banyak yang Membeli

 

Yang seperti ini bisa dibilang adalah hal klasik di dunia bisnis. Rasanya sudah menerapkan strategi sales dan marketing terbaik, tapi mengapa masih belum dilirik konsumen? Selain soal harga yang menjadi pertimbangan, ada juga hal lain yang tidak kalah berpengaruh. Jadi mengapa belum banyak konsumen yang membeli?

 

Mau Beli tapi Ribet Prosesnya

Seiring waktu berjalan, tren bisnis pasti terus berubah, begitu juga pasar. Business owner sudah pasti harus bisa menyesuaikan diri agar tetap bisa menjalankan segala aktivitasnya. Ada dua alasan yang utama kenapa konsumen tidak banyak yang membeli. Pertama, konsumen mau yang menguntungkan dan memudahkan buat dirinya. Menguntungkan secara harganya dan memudahkan proses membelinya. Pedagang online pasti paham bagaimana rasanya ditanya-tanya konsumen tapi  batal ada konversi.

Beri opsi buat konsumen untuk bisa melakukan pembelian tanpa registrasi dulu. Tapi Anda masih bisa membuat konsumen untuk mau melakukan registrasi melalui cara yang menarik, misalnya seperti memunculkan pop up berupa diskon khusus. Hindari proses yang ribet.

 

Belum Menerapkan Storytelling Menarik

Di era digital seperti saat ini, jumlah pengguna internet semakin meningkat. Demikian pula dengan banyaknya brand yang beriklan di ranah online. Untuk menjual produk atau layanan, promosi di internet pun ada seninya. Tidak asal menyuruh orang untuk membeli. Yang ada malah mereka melirik pun tidak.

Jadi kenapa orang tidak membeli di tempat Anda? Khususnya yang berbisnis online, bagaimana dengan storytelling yang disampaikan? Apakah sudah pas dengan kebutuhan para audiens? Ketika mereka mendapatkan sesuatu yang positif, mereka akan lebih bisa menerima apa yang ditawarkan si pemilik bisnis online itu.

Model iklan dengan cerita (storytelling) bisa jadi cara terbaik untuk menyampaikan pesan yang menarik dan meningkatkan value produk di mata customer. Tak hanya menjual, storytelling juga menghibur dan menginspirasi. Iklan-iklan dari Thailand yang berdurasi panjang dan sering berkesan mengharukan adalah contoh storytelling yang menarik.

 

Bagaimana dengan Unique Selling Point-nya?

Unique Selling Point (USP) perlu dipahami sejak awal untuk menampilkan keunikan dalam bisnis Anda agar menarik minat konsumen, membuat pelanggan terus menggunakan layanan atau produk Anda, menciptakan diferensiasi untuk mendongkrak omset dan profit Anda, dan bisa memecahkan masalah dengan cara yang tidak dilakukan oleh kompetitor. Jadi, bagaimana dengan USP bisnis Anda?




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG

download ebook

jadwal seminar