Agar Kita Lebih Baik dalam Memberi atau Menerima Umpan Balik dan Bisa Berkembang Karenanya

Diposting pada



Agar Kita Lebih Baik dalam Memberi atau Menerima Umpan Balik dan Bisa Berkembang Karenanya

 


Mempelajari tentang diri sendiri ternyata tidak semudah itu, kadang bisa menyakitkan. Kita membutuhkan sebuah umpan balik atas hal-hal yang kita kerjakan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan performa, menyelaraskan harapan, dan memperbaiki keadaan. Kenyataannya, yang menjadi ‘variabel kunci’ dalam pertumbuhan Anda bukanlah coach atau supervisor Anda. Itu adalah diri Anda sendiri.

Masalahnya adalah, cara untuk menyampaikan umpan balik itu kadang tidak objektif, tidak adil, dan disampaikan dengan kurang baik. Bahkan orang-orang tertentu mungkin saja menyampaikan umpan balik pada saat momennya tidak tepat. Meskipun begitu, Anda masih bisa belajar menjadi lebih baik dalam memberi atau menerima umpan balik dan bisa berkembang karenanya.

 

Umpan Balik Berbeda dengan Kritik

Dalam mengerjakan apapun, umpan balik itu hal yang wajib ada. Tidak ada perbaikan tanpa adanya umpan balik. Tapi sayangnya banyak orang yang menganggap umpan balik dan kritik itu sama. Padahal tidak demikian adanya. Sebelumnya kita pahami dulu tipe-tipe umpan balik yang bisa bermanfaat bagi seseorang.

 

1.Umpan Balik dengan Tujuan Apresiasi

Apresiasi adalah tentang bagaimana kita menghargai, membangun hubungan baik dengan orang lain, dan mempertahankannya. Contoh kecilnya adalah saat kita mengungkapkan rasa terima kasih kepada seseorang, artinya kita sedang memberikan umpan balik apresiasi. Umpan balik tipe yang pertama ini cocok untuk memberi motivasi, menghargai, dan mempertahankan perilaku positif seseorang.

 

2.Umpan Balik dengan Tujuan Coaching

Pada dasarnya, coaching adalah tentang mengembangkan orang lain. Satu yang perlu kita pahami bersama adalah bahwa istilah coaching di sini adalah tentang upaya ‘melatih’ dan ‘mengembangkan’ secara umum, dan bukan terbatas pada definisi coaching sebagai profesi. Saat kita mengarahkan orang lain tentang apa yang sebaiknya ia lakukan, kita sedang memberikan umpan balik coaching. Umpan balik coaching tepat untuk mengembangkan pengetahuan, meningkatkan kemampuan, dan menajamkan keahlian.

 

3.Umpan Balik dengan Tujuan Evaluasi

Selain menilai perilaku berdasarkan standar yang ditetapkan, umpan balik evaluasi bermanfaat untuk menyelaraskan harapan. Ada saatnya kita membandingkan perilaku seseorang dengan yang diharapkan. Dalam situasi tertentu ini terkait ekspektasi dan realita. Saat ekspektasi dan realita belum selaras, kita melakukan evaluasi.

 

Cara Terbaik Memberikan dan Menerima Umpan Balik

Perbedaan mendasar dari umpan balik vs kritik, adalah bahwa umpan balik cenderung fokus ke solusi agar keadaan jadi lebih baik. Lalu bagaimana cara terbaik memberi dan menerima umpan balik? Meskipun efeknya baik, tapi sebagian orang tidak terlatih memberi (dan menerima) umpan balik dengan efektif. Kuncinya adalah pada pikiran terbuka (open minded) dan siap dengan perubahan.

Open minded sendiri tidak berarti langsung terima begitu saja apa yang disampaikan orang. Menjadi open minded berarti melatih kemampuan untuk menerima dan menyaring dengan kritis berbagai hal dari luar entah itu masukan, ide, dan pandangan-pandangan dari orang lain.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG

download ebook

jadwal seminar