Memberi Sugesti dan Masuk ke Pikiran Bawah Sadar Seorang

Beberapa orang menunjukkan minat yang lebih besar dalam memecahkan masalah orang lain daripada masalah mereka sendiri. Dalam kasus-kasus seperti itu, apa yang bisa diberikan oleh para pemberi nasihat? Sebenarnya, jauh lebih banyak dari yang mungkin Anda sadari. Sebagian orang mudah menerima nasihat karena kuatnya faktor sugesti dari orang lain.

Pernahkah Anda merasa tersugesti? Misal sugesti dari seorang dokter kepada pasien, sugesti seorang guru kepada muridnya, sugesti seorang coach kepada kliennya, dan lain-lain. Ternyata ada sebuah proses yang bekerja dalam pikiran saat sugesti berlangsung. Agar lebih mudah memberi sugesti dan masuk ke pikiran bawah sadar seseorang, cek dulu poin-poin ini.  

 

Hindari Kata “Jangan”

Mengapa sebaiknya hindari kata ‘jangan’ ketika akan memberikan sugesti? Logika manusia memiliki kecenderungan untuk menolak kata ‘jangan’. Semakin seseorang dilarang, maka secara naluri justru ia jadi penasaran dan lebih berpotensi untuk mencoba hal yang dilarang tersebut. Karena hal itulah, untuk memberi sugesti positif ke orang lain, ada baiknya kita menghindari kata ‘jangan’, langsung ke hal yang dimaksud.

 

Gunakan Kata “Bayangkan”

Ada saatnya seseorang cenderung mudah membuat keputusan yang mendahulukan perasaan sebelum logika. Keputusan dibuat karena sesuatu dirasa tepat, meskipun belum terbukti masuk akal. Kata yang cukup ampuh membuat mereka mudah untuk mulai membuat gambaran dalam pikiran adalah “Bayangkan”.

Untuk bisa lebih mudah membantu orang membuat keputusan, kita perlu membantu mereka membuat gambaran hasil dari keputusan itu. Katakanlah bahwa Anda menyarankan sebuah tindakan X. Bandingkan perkiraan hasil antara yang Anda sarankan dengan hasil dari tindakan selain X, jika mereka tidak mengambil keputusan. “Bayangkan bagaimana perasaan Anda saat [sekian] tahun ketika Anda …”

 

Figur yang Memiliki Dominasi Lebih Tinggi

Ada pernyataan bahwa 20% orang mempengaruhi 80% lainnya. Angka tersebut bisa berubah, tapi intinya orang-orang tertentu memiliki pengaruh sedemikian rupa. Bahwa kedalaman pikirannya, keluasan wawasan, kecerdasan, pengalaman, dan cara mereka memahami orang lain menunjukkan superioritas dirinya. Figur yang memiliki dominasi lebih tinggi seperti disebut di awal (guru, dokter, coach, dsb) mampu memberi sugesti yang kuat dan masuk ke pikiran bawah sadar orang lain.

Apakah sugesti pikiran bawah sadar ini juga bisa berlaku di dalam urusan bisnis? Temukan jawabannya di Seminar Bisnis dari IbizCOACH ‘Hypnoselling’ pada tanggal 21 November 2018 di Novotel Solo. Info lebih lanjut hubungi 08112652244.