Begini Cara Memastikan Usaha Anda Berada di Jalur yang Tepat

 

Bagi Anda yang sudah memiliki usaha, masih ingatkah bagaimana saat pertama kali memulai sebuah usaha tersebut? Umumnya ketika masih awal, fokus Anda yang terbesar adalah pada pengembangan strategi mendapatkan konsumen. Bagaimana setelah beberapa waktu berlalu? Secara otomatis, aktivitas saat itu berubah pada bagaimana usaha tersebut berkembang dan melebarkan sayap setelah mendapat sejumlah pencapaian.

Mengukur Omset dan Profit

Ketika usah Anda memiliki nilai transaksi cukup tinggi, berarti omset perusahaan tinggi. Tapi ingat bahwa omset tersebut belum tentu sebanding dengan keuntungan (profit) bersih. Bisnis apapun itu, pada dasarnya adalah tentang bagaimana mendapatkan keuntungan, oleh karena itu pastikan profit yang didapat bisa menjadi ukuran pencapaian tersendiri untuk memastikan usaha Anda berada di jalur yang tepat.  

Sempatkan Melakukan Evaluasi

Mungkin Anda sempat bertanya: setelah profit, lalu apa? dalam berbisnis apapun, kepuasan pelanggan adalah prioritas utama. Hal itu bisa memunculkan reputasi yang baik.Satu hal yang penting adalah sempatkan untuk melakukan evaluasi. Evaluasi apa yang penting untuk dilakukan?

Pertama, lakukan evaluasi soal operasional bisnis Anda, Apakah sistem yang diterapkan selama ini sudah memudahkan konsumen? Sebaiknya tidak buru-buru merasa puas ketika pelanggan telah merasa sistem Anda cukup baik dan memudahkan. Pertanyaan seperti ini penting untuk dijawab agar proses evaluasi usaha Anda berjalan lancar dan efektif. Untuk memastikan usaha Anda berada di jalur yang tepat, mintalah feedback pada pelanggan tentang pengalaman mereka bertransaksi dengan layanan Anda.

Apresiasi kepada Tim

Kita tahu bahwa usaha di bidang apapun, esensinya adalah tentang orang-orang di pdalamnya. Semua jenis perusahaan tentu bukan hasil dari kerja individu, melainkan kerja tim. Karena itulah, apresiasi kepada tim sangat penting. Langkah untuk memberi apresiasi adalah upaya mengelola dan memaksimalkan potensi mereka.

Hal ini merupakan pekerjaan tersendiri bagi divisi human resource. Ketika tim sebagai sumber kekuatan sudah diapresiasi pekerjaannya, tentu mereka lebih antusias dalam memberi layanan terbaik.