Membangun Hubungan Baik dengan Konsumen

 

Meskipun aktivitas jual beli sepertinya terlihat berjalan secara alami, tapi ternyata aktivitas itu ada polanya. Apakah Anda sudah mengetahui alasan ketika seseorang membeli suatu produk entah itu barang atau jasa? Orang membeli karena beberapa alasan, dan alasan-alasan tersebut tentu sangat penting bagi pelaku bisnis agar bisa memetakan tipe-tipe konsumen sesuai dengan kebutuhannya.

Hal itu juga penting untuk membangun hubungan baik dengan konsumen agar mereka melakukan repeat order, dan memudahkan seorang pelaku bisnis dalam mengembangkan bisnisnya. Berikut ini adalah 4 checklist untuk membangun hubungan baik dengan konsumen.

 

1.Menjual Produk yang Dibutuhkan

Banyak juga konsumen yang ingin mengganti produknya karena mungkin fungsinya sudah tidak begitu maksimal atau ingin mengikuti trend masa kini atau karena alasan yang lain. Contohnya adalah mengganti handphone yang lama karena alasan fitur yang kurang lengkap.

Ketika seseorang membeli sesuatu, berarti mereka ingin memenuhi kebutuhannya. Ini adalah prinsip yang pertama. Konsumen yang membeli produk itu pasti karena ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Mereka pun melakukan pembelian pada jangka waktu tertentu atau terjadwal dalam membeli.

Itulah mengapa penjual perlu memahami kapan saja waktu-waktu konsumen harus mengganti produk miliknya. Konsumen yang ingin mengganti barang atau produknya yang lama, kemajuan teknologi dan informasi membuat banyak perusahaan terus berinovasi dalam produk atau barang bahkan jasa.

 

2.Menjual Produk yang Mempunyai Manfaat (a good cause)

Ini yang wajib dilakukan. Beberapa produk atau barang yang mempunyai manfaat yang baik bagi konsumen, atau berdasarkan rekomendasi teman atau seseorang ketika mereka mendapatkan manfaat yang baik pula.

 

3.Menyediakan Produk yang Mempunyai Nilai Besar (Great Value)

Konsumen yang membeli karena alasan ini, biasanya tidak terlalu membutuhkan barang atau produknya, mereka hanya melihat dari segi nilai. Seperti sedang ada promo di bulan tertentu, dan merasa sangat disayangkan jika tidak dibeli padahal belum benar-benar membutuhkan.

 

4.Menyediakan Produk yang Langka

Suatu produk disebut langka ini karena faktor urgensi dan scarcity. Atau dengan kata lain adalah ketika tidak banyak penjual lain yang menyediakan. Beberapa konsumen beranggapan bahwa barang atau produk yang langka mempunyai nilai yang tinggi suatu saat. Ada juga yang beranggapan untuk mengoleksi barang-barang langka atau juga berinvestasi dengan barang-barang atau produk langka.

Pada dasarnya, konsumen akan datang ke tempat-tempat yang menyediakan kebutuhan mereka. Pastikan Anda sebagai pebisnis punya strategi untuk menawarkan dengan cara yang menarik mereka, bukan malah sebaliknya. Ingin tahu bagaimana cara menjual yang efektif untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan?

Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan dalam hal marketing, ikuti Seminar Bisnis dari IbizCOACH ‘Marketing Transformation’ pada tanggal 18 Juli 2018 di Novotel Solo. Info lebih lanjut hubungi 08112652244.