Membuka Lebih Banyak Peluang dengan Mindset untuk Memberi

 

Mengapa ada orang yang terlihat sangat berhasil di bidangnya sedangkan yang lainnya tidak terlalu? Ya memang ukuran keberhasilan itu sangat relatif dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Tidak dapat ‘dipukul rata’. Tapi, kita bisa melihat dari satu hal yaitu tentang kesempatan.

Untuk bidang yang sama, memang akan selalu kita jumpai bahwa sebagian orang atau kelompok lebih unggul daripada orang atau kelompok lainnya. Terkait kesempatan yang dimiliki sebagian orang yang terlihat lebih besar, mungkin kita akan dengan mudah menilai kalau yang paling berpengaruh adalah kerja keras dan pengalaman. Apakah hanya itu?

 

Alasan Empati dan Kebaikan

Kenyataannya adalah, jumlah kesempatan yang didapat oleh orang-orang adalah lebih karena kebaikan mereka sangat besar. Coba kita pikirkan tentang itu. Sudah berapa kali kita melakukan sesuatu yang memengaruhi kehidupan orang karena alasan empati dan kebaikan? Tentunya itu berdasarkan apa yang kita rasakan tentang problem orang lain.

 

Tidak Memiliki Harapan untuk Mendapatkan Imbalan

Ini bisa terjadi sepanjang waktu, seringkali tanpa kita sadari. Seperti konsep ikhlas. Alasan terbesar orang-orang baik tetap bisa bersikap baik dan murah hati kepada yang lain adalah karena mereka tidak memiliki harapan untuk mendapatkan imbalan apapun. Mungkin kita bisa mempelajari profil orang-orang hebat yang dermawan, yang mana mereka tidak mengharapkan siapapun untuk membalas, dan itulah yang memungkinkan mereka terus berbagi.

 

Mindset untuk Memberi

Seperti kutipan populer Winston Churchil ini “We make a living by what we get, but we make a life by what we give.” Semakin banyak kita memberi, maka semakin banyak yang didapatkan. Bagaimana logikanya? Secara logika, ketika seseorang memberi suatu hal, itu bisa membuat apa yang dimiliki menjadi berkurang.

Tapi, logika juga yang ‘berkata’ bahwa ketika kita memberi sesuatu pada yang membutuhkan, kita ikut melancarkan proses sirkulasi kehidupan. Dalam arti lebih sederhana, ketika kita memberi sesuatu ke orang atau kelompok yang sedang melakukan proses kebaikan, maka kebaikan itu akan kembali pada yang memberi.

Dilihat dengan attitude spiritual, mestinya dalam memberi sesuatu, tidak perlu mengharap balasan. Biarkan hukum alam yang sejalan dengan kehendak Sang Pencipta yang bekerja. Efek dari apa yang kita berikan itu bentuknya bisa beragam, bisa hadir dengan bentuk yang sama, atau menjelma menjadi bentuk lain yang lebih baik dan lebih besar nilainya.