Rasulullah SAW Menginspirasi Kita Menjadi Entrepreneur

 

Setiap entrepreneur mengambil langkah-langkah dalam usahanya tidak hanya untuk hasil hari ini, tapi juga untuk waktu yang jauh ke depan. Setidaknya ada 4 poin yang menjadi dasar bagi setiap entrepreneur yang berpikir jangka panjang.

 

Mampu memprediksi peluang di masa mendatang

Terhadap kebutuhan pelanggan, tentu saja entrepreneur adalah orang yang pertama kali peka. Jadi tentu saja kemampuan memprediksi peluang di masa mendatang menjadi modal dasar entrepreneur yang berpikir jangka panjang.  

 

Dinamis dalam mengantisipasi beragam tantangan

Dinamis dalam mengantisipasi beragam tantangan sebagai peluang. Melek teknologi juga bisa menjadi modal penting berikutnya. Melihat transaksi serba online, misalnya, yang kini menjadi tren yang memudahkan kita. Selanjutnya bagaimana kita menyesuaikan diri.

 

Bisa menyesuaikan diri

Seorang entrepreneur sudah semestinya mudah menyesuaikan. Menyesuaikan apa? dirinya dengan lingkungan kerjanya. Visinya dengan misinya. Cita-citanya dengan kebutuhan orang banyak. Bukan berarti tidak berprinsip atau mematikan idealisme, tapi ini adalah langkah konkret untuk bisa bertahan di tengah persaingan.

 

Inovasi pada Hal-hal baru

Membuat perubahan atau pembaharuan dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Kata kunci untuk yang satu ini adalah inovasi. Setiap kemajuan di beberapa masa mendatang tidak terlepas dari inovasi. Inovasi bisa disebut sebagai next level dari menyesuaikan diri. Agar tidak tertinggal. Lebih dari itu, inovasi bisa menandakan bahwa akal manusia selalu berkembang, mendorong ke hal-hal baru. Tidak stagnan dalam hidup, dan itulah modal penting entrepreneur yang berpikir jangka panjang.

 

Belajar dari Rasulullah

Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh terbaik dari sosok entrepreneur yang berpikir jangka panjang. Jelas bahwa beliau tidak hanya memikirkan kepentingan pada saat itu, melainkan jauh ke depan. Jangkauan berpikir beliau pun sangat luas, melampaui batas-batas negara.

Sejak kecil sudah belajar menggembala kambing tapi tidak cepat puas dengan apa yang sudah dilakukan. Beliau yang terkenal dapat dipercaya menduduki posisi sebagai ‘manajer perdagangan’ saat berbisnis dengan konglomerat di kota kelahiran beliau.

Bagi yang muslim, konsep berpikir visioner atau berpikir jangka panjang tentu sejalan dengan orientasi untuk kehidupan akhirat. Tidak hanya mengejar kebahagiaan dunia yang hanya sebentar. Harta yang dibelanjakan pun bisa terhitung investasi akhirat apabila ditempuh dengan cara-cara yang dibenarkan, yaitu jalan yang halal dan diridhoiNya.