Networking dan Membangun Komunitas Bisnis di Era Serba Teknologi

 

Menjalin koneksi dan mengembangkan jaringan untuk memajukan karir kita memang sebuah PR tersendiri. Membangun jaringan dan pertemanan dengan banyak orang memang terbukti membantu entrepreneur untuk menumbuhkan usahanya dan membangun personal branding.

Tetapi tidak sedikit orang yang ketika membangun jaringan itu mereka hanya fokus dengan pola pikir “Apa untungnya bagi saya?” Membangun jaringan dengan pola pikir seperti itu tidak sepenuhnya salah, tapi bukanlah hal yang terbaik untuk dilakukan untuk jangka panjang.

 

Ini Hanya Permulaan dari ‘Perjuangan’ Anda

Bertemu orang-orang baru dan membuat koneksi yang ‘hebat’ hanya permulaan dari perjuangan. Apa artinya? Tujuan sebenarnya dari jaringan yang dibangun ini adalah untuk membangun hubungan jangka panjang yang memajukan karier profesional. Dengan catatan: saling menguntungkan.

Sebelum Anda dapat mulai membangun komunitas, Anda harus melihat ke dalam terlebih dahulu. Ini benar-benar dimulai dengan mengenal diri sendiri. Sebelum Anda benar-benar dapat mengenal orang lain dan membangun hubungan yang hebat dengan mereka, Anda harus memahami orang seperti apa Anda dan cara apa untuk membangun koneksi dalam hidup Anda yang akan bekerja paling baik untuk Anda.

 

Fokus Membuat Koneksi yang Memberikan Nilai, Bukan Profit

Sebenarnya tidak semua orang suka dengan networking ketika sejak awal sudah ‘ada maksud’ yang pada akhirnya menguntungkan salah satu pihak. Ketika networking dalam bisnis terkesan hanya menawarkan kiat atau taktik, Anda bisa fokus kepada bagaimana membangun komunitas. Sebut saja misalnya komunitas wirausaha binaan sebuah lembaga. Dengan terhubungnya orang-orang baru di dalamnya, otomatis aktivitas networking pun terjadi.

Membangun komunitas dan mengembangkan jaringan bisnis Anda pada dasarnya bukan sesuatu yang bisa dipelajari dalam semalam. Anda harus fokus membuat koneksi yang memberikan nilai, bukan hanya berorientasi profit.

 

Peran Teknologi untuk Memperkuat Komunitas Anda

Di dunia saat ini, kita terus terhubung karena teknologi. Teknologi memang tampak seperti ‘dewa penolong’ dalam hal membangun komunitas, tapi kadang-kadang bisa juga merugikan.

Tidak sedikit kita temukan orang-orang yang tidak pernah lepas dari ponselnya, dan berusaha selalu terkoneksi dengan jejaring sosialnya, melacak netizen mana saja yang tertarik dengannya. Namun, relasi semacam ini pada akhirnya tidak ada artinya, ketika melupakan orang-orang di dunia nyata karena sibuk menumbuhkan komunitas di dunia maya. Alangkah baiknya keduanya berjalan seimbang.

Teknologi memang harus dioptimalkan untuk memperkuat komunitas Anda, tetapi selalu ingatlah bahwa Anda harus fokus pada memberikan nilai. Meskipun terhubung secara online, tetaplah perlakukan mereka sebagaimana teman di dunia nyata. Tujuannya agar komunitas online ini bisa menjadi hubungan yang bermakna.