5 Panduan Melakukan Riset Pasar untuk Pebisnis Pemula

 

Banyak ditemukan bahwa pebisnis muda atau yang masih baru terjun ke dunia bisnis cenderung sering asal-asalan dalam mengambil keputusan. Apa akibatnya? Hal tersebut akhirnya bisa merugikan dirinya sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan sebelum melakukan riset pasar?

 

Tentukan Tujuan Riset Anda

Inilah yang perlu dipahami baik-baik sebelum mulai melakukan riset pasar, sebaiknya tentukan dulu goal dari riset Anda. Apakah  ingin meningkatkan traffic kunjungan ke lokasi bisnis? Meningkatkan penjualan? Atau ingin mendapatkan pelanggan tetap? Ketika tujuan riset itu sudah ditentukan, Anda akan lebih mudah untuk beradaptasi dan menyusuk strategi marketingnya.

 

Pelajari Siapa Sebenarnya Target Anda

Bagaimana cara menemukan orang yang tepat yang membutuhkan service atau produk Anda? Kumpulkan saja informasi sebanyak mungkin. Lihat mereka berdasarkan tau umur, penghasilan, pekerjaan, status dan pendidikan mereka. Bisnis apapun fokusnya melayani pelanggan, dan pelanggan itu punya karakter tertentu. setiap karakter dilayani dengan cara berbeda. Tapi tentu tidak harus melayani semuanya.

Jadi Anda harus mengerti siapa sebenarnya target pasar Anda, karena hal itu akan memeberi Anda keuntungan untuk menentukan bahasa apa yang sesuai untuk dipakai di marketing. Yang terpenting adalah bagaimana membangun minat mereka. Kalau Anda sudah cukup mengenal siapa mereka dan apa kebutuhannya, tentu Anda akan menemukan layanan atau produk terbaik yang bisa ditawarkan ke mereka.

 

Mengambil Keputusan Berdasarkan Data

Di dalam hidup kita dihadapkan pada banyak pilihan. Untuk memilih sesuatu yang terbaik itu tidak bisa hanya mengandalkan asumsi atau malah emosi, melainkan memakai fakta. Istilah fakta juga terkait dengan data dan informasi. Kumpulan fakta yang telah dikelompokkan secara sistematis disebut data, sedangkan informasi adalah hasil dari pengolahan data.

 

Libatkan Pelanggan Setia Anda

Umumnya pembeli akan percaya dengan tempat untuk berbelanja yang sudah dikunjungi banyak orang dan memberi kesan positif. Kesan positif itu disampaikan dalam bentuk testimoni. Apalagi konsumen online shop zaman sekarang, mereka cenderung mencari review atau testimoni dari orang lain terlebih dahulu sebelum membeli. Menggunakan testimoni terbukti sangat efektif meningkatkan interaksi dengan konsumen bahkan konversi penjualan.

 

Belajar dari Para Kompetitor

Sejak awal membuka bisnis tentu Anda sudah mengenali para kompetitor. Bisnis dalam bidang apapun pasti memiliki kompetitor untuk memperebutkan pasar. Amati bisnis lain di kota Anda. Sempatkan kunjungi bisnis kompetitor Anda. Tapi tidak selamanya kompetitor adalah pihak yang menghalangi. Sebaliknya, kompetitor justru bisa menjadi sumber belajar. Apa yang dilakukan mereka bisa menjadi inspirasi tersendiri untuk bisnis Anda.