Hati-hati Konsumsi Berita Online

Hidup di abad 21 yang tidak bisa lepas dari internet untuk berbagai urusan, tentu membawa konsekuensi tersendiri. Sebelum dikaitkan dengan potensi stress manusia karena banjir informasi setiap waktu, boleh lah kita mengingat lagi sekelumit sejarah adanya internet.


Internet yang sudah melalui sejarah panjang itu mengalami beberapa momen penting seiring perjalanan hidup umat manusia. Tahun 1992, komputer di dunia saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet.

Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. (Sumber: Wikipedia)

 

Untuk Anda yang Sering Mengakses Informasi secara Online

Apakah Anda termasuk orang yang suka menonton atau membaca berita online? Apakah Anda percaya dengan ungkapan bad news is a good news? Sejumlah media memang mulai memberikan porsi untuk berita baik, tapi banyak manusia yang cenderung lebih penasaran dengan berita dan cerita bermuatan negatif daripada yang positif.

Hingga kesan yang muncul setelah itu adalah seakan-akan dunia hanya berisi hal-hal yang tidak beres. Masalah politik, bencana, kemiskinan, kriminalitas, kelaparan, dsb. Saat berita negatif disiarkan, mungkin saja hal positif di luar sana sedang terjadi dan tak kalah penting untuk disiarkan. Tapi kita lebih fokus yang mana?

 

Mengapa Orang Suka Berita Sensasional dan apakah itu penting?

Seseorang yang memiliki keberpihakan pada kelompok atau bahkan brand tertentu, jika menerima informasi yang sesuai dengan apa yang ia percayai, maka keinginan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu jadi berkurang. Seolah-olah ada ikatan emosional. Berlaku juga untuk sosok yang dianggap ideal. Bahkan jika kurang hati-hati, orang bisa percaya hoax jika informasi yang diterimanya sesuai dengan nilai yang diyakini.

Pakar psikologi juga menemukan efek lain dari hal ini terkait berita buruk, misal tentang terorisme dan bencana. Berita-berita itu tidak semata-mata menambah wawasan dan membentuk pola pikir, tetapi juga memengaruhi tindakan keseharian.

Dr. Pam Ramsden dari University of Bradford, UK, menyatakan bahwa sebagian orang yang mengonsumsi berita tragedi cenderung mengalami post-traumatic stress, bahkan harus menjalani perawatan khusus. [BERSAMBUNG ke Part #2]



VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG

download ebook

jadwal seminar