Pentingnya Kesadaran Diri untuk Mencapai Kesuksesan dan Bagaimana Memunculkannya

 

(by coach Edwin Indarto)

Apakah Anda pernah meminta anak Anda, anak buah Anda, atau siapapun untuk melakukan sesuatu dan mereka tidak mau melakukannya? Kemarin, sepertinya saat perintah diberikan mereka mengatakan “ya, saya jalankan…”, tapi dalam kenyataan terkadang nol besar. Ada apa ini? Di sinilah, dibutuhkan KESADARAN dari dalam diri kita, sebelum kita MAU melakukan sesuatu.

 

Mari Kita Pahami Nasihat Ini

Sebagai contoh umum: bagi yang muslim, semua orang paham bahwa sholat itu penting, bahkan disebutkan “barangsiapa tidak sholat maka seolah dia merobohkan tiang agama.” Tetapi masih banyak juga kok yang tidak sholat. Demikian juga dalam menjalankan KEHIDUPAN dan BISNIS Anda.

Contoh nasihat lain: “Sayangi Pasangan Anda. insya Allah rezeki Anda terbuka, pastikan istri Anda selalu senyum dengan Anda,” tetapi tetap saja, meskipun banyak yang tahu ilmu tersebut, tetapi belum menjalankannya. Sehingga suami istri tersebut masih bergelut dengan permasalahan yang sama.

 

Kesadaran di Dalam Laporan Keuangan Bisnis Anda

Laporan keuangan dibuat agar Anda bisa ambil kebijakan dengan tepat. Tetapi apa yang terjadi? Masih banyak di luar sana, sebagai Business Owner malas untuk pahami laporan keuangannya. Yang dimau hanyalah omset dan profit saja. Sebetulnya tidak salah, selama dan setelah Anda pahami laporan keuangan Anda.

 

Tentang Kesadaran dan Ego Manusia

Apa yang menyebabkan timbulnya perilaku tersebut? Yaitu ada tidaknya KESADARAN PADA DIRI ANDA SENDIRI. Manusia adalah makhluk yang sedikit atau bahkan cenderung egois. Mau tahu buktinya? Banyak dari kita, saat melihat foto-foto kenangan atau terbaru, FOTO SIAPA YANG ANDA CARI? Kemungkinan sangat besar adalah ANDA MENCARI FOTO ANDA SENDIRI. Betul kan? :p Untuk itu, mari kita belajar. Ada beberapa proses belajar dari setiap diri. Berikut adalah tahapan-tahapannya.

 

Tahap #1 adalah UNCONSCIOUS + INCOMPETENCE

Maksudnya adalah Anda TIDAK SADAR dan TIDAK TAHU ILMUNYA. Contohnya ada seorang ibu-ibu, saya tanya “apakah ibu bisa naik kendaraan?” ibu itupun menjawab “tidak” *Nah lho.  “Lalu ketika ibu berpergian bagaimana dong?” Tanya saya lagi. Ibu itupun menjawab “kan, ada suami, coach,” kembali saya kejar dengan pertanyaan lain “ketika suami ibu sedang tugas ke luar kota, bagaimana?” dengan cepat ibu itupun menjawab “kan ada sopir, coach”  *waduh. Saya paham sekali, belum ada KESADARAN pada ibu ini, beliau ada di COMFORT ZONEnya.

Maka saya bertanya kepada beliau “ibu, apakah punya teman-teman dekat atau komunitas? Apakah tidak ingin keluar dengan mereka? Tanpa harus didengar cerita ibu dan teman-teman ibu, oleh bapak ataupun sopir? Beliau termenung sejenak dan menjawab segera “kenapa hal ini tidak saya pikirkan ya coach?” Nah, di sini terlihat bahwa KESADARAN dari ibu itupun mulai ada, minimal adalah KEUNTUNGAN BUAT DIRINYA, baik terhadap suami maupun sopir, ketika beliau berpergian bersama teman-teman beliau.

Beliaupun menambahkan “Coach, saya kan juga bisa bepergian sendiri yah, tanpa bergantung pada suami dan sopir?” segera saya jawab cepat “yes bu, ibu bisa lakukan itu.” Nah di sini KESADARAN muncul, setelah si ibu paham akan MANFAAT UNTUK DIRINYA SENDIRI, tetapi belum tahu ILMU nyopir. Maka sekarang masuk tahapan berikutnya …

 

[Bersambung di artikel berikutnya]

 

Halo sahabat bisnis, ikuti seminar kami:

30 Oktober 2018 di Novotel Hotel Solo

Rahasia Besar Jualan Jaman Now

INFO : 08112652244

DAFTAR YUK !!

 

 

Halo sahabat bisnis, ikuti seminar kami:

30 Oktober 2018 di Novotel Hotel Solo

Rahasia Besar Jualan Jaman Now

INFO : 08112652244

DAFTAR YUK !!