Begini Resep Nyeleneh untuk Jadi Pengusaha Sukses

 

Ada saatnya teori-teori yang bernada positif tidak mempan. Karena itu, tak ada salahnya kita berpikir di luar kebiasaan. Seperti yang pernah disampaikan oleh Dahlan Iskan, pemilik usaha media kelompok Jawa Pos ini, pengusaha tidak akan sukses jika belum ditipu.

Mungkin pada awalnya ini terkesan menakutkan bagi sebagian orang. bahkan, kebanyakan orang akan menghindari supaya jangan sampai ditipu. Tapi, dunia usaha yang dinamis dan penuh tantangan, kenyataannya tidak selalu ‘aman-aman saja’.

Kasus penipuan yang dialami pengusaha, sekalipun mereka merasa telah bekerja sebaik-baiknya, selalu saja terjadi. Tidak terhindarkan. Bukan soal penipuannya, tapi kejadian itu dibutuhkan untuk menguji apakah seseorang benar-benar punya jiwa enterpreneur dan apakah ia cukup tangguh untuk bangkit lalu mengambil pelajaran.

 

Menjadi Lebih Maju Setelah Ditipu

Tidak mudah untuk menarimanya, tapi bagi setiap pengusaha, ditipu adalah salah satu fase perjalanan hidup yang harus dilaluinya. Bukankah lebih baik ditipu sejak awal, ketika masih kecil usahanya, daripada ditipu orang ketika sudah jadi pengusaha besar.

Usaha untuk mengembalikan keadaannya relatif lebih cepat dibanding ditipu saat ‘sudah besar’. Pada intinya, mereka tidak putus asa dan berhenti berusaha meskipun sudah pernah ditipu. Tidak lantas berhenti, tapi tetap jadi pengusaha yang lebih tangguh. Siapapun yang bermain di bidang entrepreneur itu sudah semestinya ulet, tidak putus asa, dan tidak mengenal lelah.

 

Terlalu Berhati-hati Bisa Sulit Maju

Satu lagi tentang resep nyeleneh menjadi pengusaha yang bermental tangguh, yaitu jangan terlalu berhati-hati. Ya, Anda tidak keliru membacanya. Jangan terlalu berhati-hati. Nanti sulit maju. Menjaga kepercayaan orang itu penting.

Mengikuti aturan-aturan bisnis secara umum yang disepakati, itu juga penting. Tapi beberapa situasi yang penuh ketidakpastian menuntut seorang pengusaha untuk bertindak berani berbda. Dari situlah lahir inovasi-inovasi besar. ‘Tidak terlalu berhati-hati’ di sini identik dengan keberanian mencoba hal baru.

Sebagaimana kita tahu, hasil yang berbeda tidak akan terwujud oleh proses yang sama. Jadi, beranilah melangkah. Berhitunglah seperlunya. Belajarlah dari pengalaman-pengalaman yang berharga.