Bagaimana Pengaruh Sikap Pemimpin agar Tim Lebih Produktif setelah Menghadapi Kegagalan

 

Ada saatnya sebuah tim mengalami tekanan dan kesulitan untuk menangani suatu pekerjaan misalnya memunculkan ide baru terkait pekerjaan selanjutnya. Di sinilah ada peran pemimpin untuk mengambil sikap. Sikap apa yang ditunjukkan pemimpin? Apapun bisa dilakukan untuk membangkitkan semangat dan kinerja tim.

Sikap pemimpin terhadap kegagalan adalah hal yang ‘menentukan’ suasana kerja karena sikap mereka mampu mempengaruhi orang di sekitarnya. Sikap positif pemimpin membuat tim cepat bangkit dari kegagalan dan siap menghadapi hal-hal yang sulit lainnya. Kali ini secara spesifik kita akan mencari tahu lebih banyak bagaimana seharusnya sikap pemimpin saat menghadapi kegagalan.  

 

Pemimpin yang Siap di Segala Keadaan

Seperti pilot yang harus segera mengambil keputusan tepat ketika keadaan di ruang kokpit pesawat yang memberikan informasi mencurigakan, begitu juga pemimpin di perusahaan. Kehadiran pemimpin selalu dibutuhkan, entah saat di lapangan atau di kantor pusat. Ketika terjadi sesuatu yang di luar rencana, maka peran sang ‘pilot’ sangat dibutuhkan agar mampu melewati gelombang krisis dengan selamat.

 

Melancarkan Strategi yang Lebih Berani

Jiwa pemimpin tidak terlepas dari mental wirausaha yang sudah melekat dalam dirinya, dan mungkin saja itu mendorong setiap pribadi untuk melancarkan strategi yang lebih berani. Bagaimanapun, sikap berani mengambil risiko di setiap langkah yang diambil bisa menjadi modal penting. Tak lain adalah demi membentuk keberanian itu sendiri.

 

Lebih Produktif setelah Menghadapi Kegagalan

Istilah ‘belajar dari kegagalan’ bukan hanya sebuah wacana yang klise. Kenyataannya kegagalan juga bisa jadi modal belajar yang baik jika kita peka. Setelah gagal, kita pun bisa lebih produktif. Produktivitas sendiri bukan hanya asal membuat produk sebanyak-banyaknya tapi juga terkait dengan efektivitas dan efisiensi. Ingat selalu bahwa tetap ada peluang di setiap kegagalan maupun masa-masa sulit.

Sebagaimana setiap orang yang pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, begitu juga perjalanan bisnis. Mengalami masa sulit memang bukan hal yang menyenangkan. Tapi, itu justru bisa menjadi titik balik menuju kondisi bisnis yang lebih stabil.