Strategi Marketing Harus Fokus pada Kualitas atau Kuantitas

Sering kita dengar sebuah jargon: lebih cepat lebih baik. Di dalam keseharian di mana makanan cepat saji dan kemudahan akses ke informasi menjadi gaya hidup, jalan pintas (shortcut) sangat menarik. Kita cenderung mencari cara untuk sampai ke tujuan dengan lebih cepat dan ingin dapat maju dengan kecepatan yang lebih cepat.

Tidak ada yang benar-benar sanggup menghindar dari keinginan ini untuk menyelesaikan berbagai hal lebih cepat. Terkadang, menghemat waktu disebut ‘efisiensi’, yang bukan hal buruk. Tetapi apakah rute yang membawa kita ke tujuan dalam waktu paling sedikit selalu yang terbaik? Dalam pengembangan karier dan pribadi, kita bisa begitu terburu-buru. Ini tampaknya semakin meningkat dengan setiap generasi.

 

Berdamai dengan waktu

“Mengapa hanya ada 24 jam dalam satu hari?” apakah kalimat itu terdengar familiar? Ini mungkin karena budaya waktu dan generasi kita. Tapi ini semua alasan untuk belajar bagaimana kita dapat meningkatkan cara kita melihat dan memanfaatkan waktu. Apakah Anda memiliki kedamaian dengan waktu?

Dapatkah Anda benar-benar menerima kenyataan bahwa beberapa pencapaian akan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk diselesaikan? Ada saatnya kita harus fokus pada kualitas, sebelum kuantitas. Apapun yang Anda coba lakukan dengan lebih baik, cukup fokus pada tugas. Kecepatan akan datang dengan pengalaman. Jangan khawatir tentang waktu yang dibutuhkan hingga Anda menguasai apa yang Anda lakukan.

 

Bagaimana dengan strategi marketing?

Misalnya Anda fokus untuk membangun bisnis secara online, maka strategi konten marketing bisa menjadi andalan. Semakin banyak melakukan pembuatan konten marketing, harapannya bisa segera menemukan pola yang bisa diterapkan. Tapi bisakah dibayangkan ketika membuat konten marketing hanya berorientasi pada kecepatan?

Padahal melakukan sesuatu secepat mungkin biasanya mengarah pada hasil yang ceroboh. Jangan sampai kualitas konten website menjadi turun akibat mengejar target posting. Jadi apakah Anda boleh melakukannya lagi? Daripada berakhir sia-sia, jauh lebih baik untuk melakukan sesuatu dengan benar benar sesuai target dan berkualitas sejak awal.