Ketika berbicara soal personal branding, ternyata banyak orang yang justru ‘alergi’ karena personal branding identik dengan pencitraan. Tidak sedikit yang menilai branding ini hanya diperuntukkan bagi profesi tertentu misalnya artis atau pejabat.

Personal branding sebenarnya adalah suatu tahapan pengenalan diri kepada orang lain yang bertujuan untuk mencari sebuah penilaian terhadap dirinya. Ketika seseorang punya bisnis, hal ini juga akan menjadi penilaian awal terhadap bisnis yang ia miliki.

Ternyata branding bukan hanya ditujukan untuk perusahaan, bahkan seorang penjual sayur pun di pasar pun harus melakukan personal branding agar jualannya dipilih oleh konsumen. Intinya dia harus punya keunggulan dibanding tukang sayur lainnya. Lalu, bagaimana membangun personal brand agar bisnis Anda lebih dipercaya? Menurut Amalia E. Maulana, brand consultant & Ethnographer, seperti dilansir edukasi.kompas.com, berikut ada 7 tahap membangun personal brand yang kuat;

1. Tetapkan cita-cita

Pertanyaan yang harus Anda jawab pertama kali adalah  “ingin menjadi seperti apakah Anda?” Pikirkan secara mendalam, setelah itu tulis dalam selembar kertas dan simpan di tempat yang mudah dilihat setiap hari. Amalia mengatakan, semakin detail cita-cita maka akan semakin baik.

2. Pilih ‘Stakeholder’ Anda

“Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Itu tidak mungkin. Jadi kita harus fokus terhadap kebutuhan stakeholder yang kita pilih saja,” demikian kata Amalia. Yang dimaksud stakeholder dalam hal ini adalah orang yang ada minat dan berkepentingan dengan bisnis Anda. Sebisa mungkin pahami betul siapa saja orang-orang sekitar yang memiliki pengaruh besar terhadap hidup Anda.

3. Buat ‘Brand Positioning Statement’

Setelah menentukan stakeholder, buatlah tujuan terarah bagi tiap stakeholder. Misalnya, bagi pasangan, Anda ingin menjadi seperti apa? Hal ini pasti sedikit berbeda dengan posisi ketika harus berhadapan dengan atasan atau rekan sejawat.

4. Buktikan dengan aksi

Jika sudah tahu tujuannya, Anda lebih mudah memposisikan diri di hadapan para stakeholder, mulai dari cara berbicara, tingkah laku, sampai gaya berpakaian.

5. Komunikasikan dengan Baik

Setiap jalur komunikasi, langsung maupun tidak langsung, harus saling melengkapi dan konsisten. Kini tanpa sadar, apa yang ditulis dan disebarkan di media sosial menjadi cerminan diri. Amalia mengatakan, pada dasarnya kekuatan brand seseorang harus dipupuk jauh-jauh hari. Kekuatan itu tidak hadir secara tiba-tiba.

6. Lakukan Evaluasi

Saat sudah berjalan cukup jauh, jangan lupa melihat ke belakang. Sudah sampai di mana kah Anda? Apakah sudah dekat dengan cita-cita awal atau malah menjauh?

7.Ulang dari awal

Jika diperlukan, Anda bisa merancang ulang cita-cita. Tentu saja hal ini harus dipikirkan secara matang karena membangun citra diri memerlukan proses panjang.

 

Tertarik mengembangkan networking Anda dan membangun personal branding agar bisnis Anda lebih dipercaya? Ikuti seminar “Be a Great Sales” tanggal 23 Agustus 2017 di The Sunan Hotel Solo. GRATIS! Hanya untuk 50 peserta. Untuk para pengusaha, marketing & sales.