Menjadi Brand Strategist

Ketika kita mencari informasi seputar strategi marketing yang efektif, marketing strategy, profesi brand strategy consultant, di sana ada begitu banyak informasi yang bisa kita terima. Mulai dari yang praktis dan singkat sampai yang paling mendalam. Berdasarkan penelusuran di situs tanya jawab Quora, kali ini kami akan menjelaskan tentang peran seorang brand strategist.

 

Siapakah Brand Strategist Itu?

Kita mulai dengan tanggung jawab brand strategist. Meliputi apa saja? 1.)Mengumpulkan umpan balik dari penjualan dan menganalisis perilaku konsumen untuk menentukan posisi branding perusahaan, 2.)Membuat strategi diferensiasi, 3.)Memberi penjelasan kepada tim kreatif tentang proyek pemasaran yang akan mereka kerjakan (misalnya, e-book, email marketing, social campaign, dan iklan dalam bentuk lainnya)

 

Lalu Apa Saja Karakter Seorang Brand Strategist?

Secara umum, brand strategist adalah seseorang yang dapat menyaring banyak informasi yang berbeda menjadi konsep yang jelas, dapat mengekspresikan konsep itu dengan bahasa yang menarik, dan dapat membangun sebuah kasus untuk menjelaskan dan membangkitkan ketertarikan terkait produk atau layanan yang ditawarkan itu. Apa saja karakter yang dimiliki?

 

Keingintahuan yang luas

Untuk membangun merek secara efektif, is harus mengetahui berbagai macam hal: pemasaran, industri, dan fenomena tren populer. Meski tidak mendalam, pemahaman umum tentang apa yang terjadi dalam politik, sains, musik, seni rupa, film, teknologi, bahasa, pop culture, dan banyak bidang lain akan sangat membantu. Sebab hal itu bisa memengaruhi minat, komunikasi, dan perilaku sosial dan komersial orang.

 

Empati yang kuat

Seorang brand stategist akan mengkondisikan dengan audiens yang sama sekali tidak seperti dirinya.  Yang berarti ia dapat menempatkan diri pada posisi orang lain, entah itu saudagar kaya, tim produksi, kepala sekolah, pemilik usaha kecil, gadis remaja, ibu muda, dll. Tergantung brand apa yang dikerjakan.

 

Kemampuan untuk menyederhanakan

Saat orang bekerja untuk mengembangkan merek, ia akan terpapar banyak informasi yang berbeda dari banyak sumber yang berbeda, juga dengan banyak suasana yang berbeda. Contohnya untuk strategi brand Nike. Kalimat “Sepatu kami akan membuat Anda merasa elegan” jauh berbeda dengan mengatakan “Just Do It” yang sesimple itu. Tapi lebih mengena. Data dan fakta yang logis adalah penting, tetapi menjual sebuah ide, menyebarkannya dan membawanya ke kehidupan nyata jauh lebih mudah jika dapat mengemasnya dalam kata-kata dan gambar yang mudah dipahami.