(Part 1) Anda Tidak Mau Salah Pilih Karyawan? Lakukan Cara Ini!

Diposting pada

Anda Tidak Mau Salah Pilih Karyawan

 

By Coach Edwin Indarto

Hallo Sahabat Bisnis di manapun Anda berada…

Apa kabar bisnis Anda? Apa kabar karyawan Anda Bagaimana agar Anda bisa tepat dalam memilih karyawan? Apa yang akan terjadi ketika kita salah memilih karyawan?

Satu hal yang umum terjadi adalah: turn over karyawan Anda tinggi. Hal yang lain jika Anda sudah terlanjur salah pilih karyawan, kemungkinannya; waktu Anda hilang, tenaga Anda hilang, dan uang Anda pun hilang. Sayang sekali kan? Anda pun masih harus kehilangan karyawan Anda.

Jadi apa yang harus Anda lakukan? Anda tidak mau salah pilih karyawan? Sebelumnya, pastikan Anda memilih orang yang tepat. Pertanyaannya: bagaimana  cara memilih orang yang tepat?

Sahabat bisnis di manapun Anda berada, kalau Anda mau jujur dalam menjawab pertanyaan saya, ketika proses rekruitmen—misal saat wawancara: siapa yang bicara lebih banyak? Apakah Anda sebagai business owner-nya ataukah calon karyawan yang akan bekerja di tempat Anda?

 

APAKAH MEREKA SELALU BILANG ‘YA’?

Apakah Anda cenderung banyak bicara? Saat Anda lebih banyak bicara, apakah Anda lebih banyak mendapat informasi (tentang calon karyawan), atau Anda memberi informasi kepadanya (tentang perusahaan Anda)?

Ketika Anda memberikan informasi kepada calon karyawan, Anda tidak akan bisa mengukur apa yang ada pada isi kepalanya karena Anda yang lebih banyak bicara. Calon karyawan Anda mungkin hanya akan berkata “ya, saya siap pak” ketika diberitahu (misalnya) “kamu bekerja di bagian marketing”.

Dia hanya bilang “ya, ya, dan ya.” Semua itu dari isi kepala Anda. Semuanya dari perintah Anda. Bagaimana mengukur kemampuannya kalau mereka selalu bilang ‘ya’? Dari kejadian sederhana itu, cobalah untuk Anda gantian lebih banyak diam sementara calon karyawan lebih banyak menjawab pertanyaan. Biarkan dia/mereka bicara.

Dari situ Anda mendapat banyak informasi dari calon karyawan yang bakal bekerja di dalam perusahaan Anda. Anda bisa tanya apapun kepadanya, selama itu terkait tanggung jawab Anda kepada karyawan. Bukan bicara  politik, agama, sara, atau perbedaan lainnya.

 

Contohnya begini:

“Bapak/ibu, Anda betul melamar di sini?”

“Betul.”

“Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan saya?” Ketika calon karyawan Anda tidak tahu tentang perusahaan Anda sedikitpun, Anda masih mau menggunakan dia?

Contoh yang lain: bayangkan saja saja kalau Anda orang tua dari anak gadis yang dilamar laki-laki. Saat yang melamar itu, ditanyai: “apa yang membuatmu tertarik pada anak saya?”

“Karena anak bapak perempuan,” bagaimana perasaan Anda? Terlihat bahwa orang yang meminang itu tak ada respek sedikitpun.

Kembali lagi ke karyawan, saat Anda bertanya pada calon karyawan dan dia mampu menjawab atau menjelaskan apa yang dia tahu soal perusahaan yang ingin dituju tersebut, “saya memang belum bekerja di perusahaan bapak, tapi saya tahu sedikit bahwa perusahaan bapak bergerak di bidang xyz…” Meskipun jawabannya hanya 10-15% yang benar, that’s good! Artinya dia respek dengan perusahaan, Anda.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG

download ebook

jadwal seminar