Tren Bisnis Kue Kekinian ala Artis

 

Saat Anda berkunjung ke sebuah kota, pernahkah Anda  membeli oleh-oleh kue artis atau kue kekinian? Sebut saja Jogja Scrummy ala Dude Herlino, Malang Strudel ala Teuku Wisnu, hingga Vallens Cake di Solo ala pedangdut Via Vallen. Sepanjang tahun 2017 lalu, tren kue artis memang sangat menjamur di beberapa kota di Indonesia. Namun, sampai kapan tren itu akan berlangsung?

Menurut President Indonesia Pastry Alliance, Chef Rahmat, tren bisnis kue artis alias kue kekinian tidak akan lama lagi. Dengan kata lain, kini banyak bisnis kue artis yang mulai meredup. Tapi, apa yang menyebabkan demikian?

 

Tentang Membangun Fondasi

Kita tahu kalau para artis itu sudah menang secara popularitas, mereka punya nama besar, jadi lebih gampang dikenal. Karena image-nya sudah bagus, banyak yang kemudian tidak memperkuat fondasinya dulu. Kelemahan lain dari tren kue yang digeluti selebriti itu ialah minimnya inovasi.

Bukan berarti pesimis, tapi faktanya bisa dibilang kalau kemunculan kue artis hanyalah sebuah fenomena instan yang belum jelas keberlanjutannya. Tak ada salahnya menggunakan popularitas untuk melariskan bisnis tersebut. Tapi ada baiknya terlebih dahulu memahami betul tentang bisnis kue. Ketika strategi dari bisnis ini dipikirkan dengan baik, tren kue kekinian ini bisa bertahan.

 

Update dengan Tren yang Berkembang

Satu hal lagi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk adalah melihat tren yang sedang berkembang. Kita tahu bahwa semakin banyak orang memakai suatu produk maka produk tersebut akan menjadi sebuah tren di masyarakat. Tren itu bisa menunjukkan kebutuhan atau memang terbentuk karena berbagai faktor. Misalnya ketika kita bicara soal produk fashion, orang memakai tidak selalu karena kebutuhan, tapi sekadar untuk bergaya saja agar dianggap kekinian.

 

Mengikuti Tren vs Kebutuhan Konsumen

Tugas entrepreneur dalam hal ini adalah memilah mana yang memang menjadi kebutuhan dan mana yang merupakan tren. Perlu diketahui bahwa tidak ada yang menjamin bahwa sebuah tren akan berlangsung lama. Begitu juga bisnis yang mengikuti tren. Daripada sekedar mengikuti tren, lebih baik buatlah produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mengetahui kebutuhan konsumen?

Memantau aktivitas konsumen di media sosial bisa menjadi salah satu cara untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh mereka.