Mengapa Usaha Anda Belum Berhasil

Mungkin kita sering merasa bahwa kesibukan sehari-hari begitu memakan waktu dan energi, sehingga waktu untuk beribadah jadi berkurang. Contoh dari kesibukan itu adalah pekerjaan sehari-hari. Anda pun bertanya mengapa usaha belum berhasil? Coba cek niat Anda.

 

Ketika Kita Merasa Sudah Bermanfaat

Ketika kita menjalankan aktivitas yang bermanfaat bagi keberlangsungan hidup orang banyak, apakah itu suatu hal yang sia-sia? Untuk menjawabnya mungkin kita perlu mengukur sejauh mana yang disebut manfaat itu. Karena ukuran dari manfaat itu tidak bersifat eksak, bagaimana bisa menentukan mana yang bermanfaat, mana yang kurang? Apa lagi kita tahu kalau tingkat kesulitan, daya pengaruh, dan tujuan setiap hal itu tidak sama.

 

Meniatkan Setiap Aktivitas untuk Ibadah

Sampai di sini kita perlu menemukan satu poin yang  bisa berlaku untuk semua aktivitas agar bernilai ibadah. Satu poin itu bernama niat. Coba cek lagi niat kita ketika menjalankan pekerjaan sehari-hari itu. Karena yang menentukan besar kecilnya nilai sebuah pekerjaan itu ternyata bukan soal apa dan bagaimana pekerjaan itu, tapi apa yang menjadi niatnya.

Dengan kata lain, niat menjadi kunci apakah setiap aktivitas itu hanya menambah rasa capek karena hal duniawi atau bisa bernilai ibadah. Karena niat yang benar, pekerjaan kecil dapat bernilai besar, karena niat juga pekerjaan besar dapat bernilai kecil. niat ini tidak terlihat dari luar, dan tentu saja menjadi urusan Tuhan untuk menilainya.

 

Melihat Sesuatu dari Sisi Spiritual

Tidak hanya pekerjaan yang bernilai ibadah kalau niatnya benar, aktivitas lain juga bisa bernilai ibadah kalau niatnya baik. Contohnya aktivitas menjalankan hobi. Katakanlah misal kita punya hobi traveling dan menulis. Sekilas itu terlihat seperti kesenangan duniawi semata dan tidak ada kaitannya dengan Ibadah.

Padahal traveling bisa bernilai ibadah ketika dengan pergi ke suatu tempat, kita menemukan banyak keunikan di luar sana, sehingga bisa lebih mensyukuri dan lebih dekat denganNya. Demikian halnya dengan menulis yang bisa bernilai ibadah. Sebagai salah satu cara kita untuk menyampaikan kebaikan, selama tulisan itu dibaca banyak orang, maka manfaatnya mengalir untuk orang banyak.

Ketika sesuatu dilihat dari sisi spiritual, sebenarnya ada banyak cara untuk beribadah. Ibadah itu tidak selalu terbatas pada ritual di tempat ibadah. Misalnya bagi orang Islam, ibadah tidak hanya shalat, puasa, seekah, dan lain sebagainya. Segala hal yang dilakukan ikhlas bisa bernilai ibadah.